Minggu, 19 November 2017

EKSEPSIONALITAS INTELEGENSI

Apa itu Eksepsionalitas dalam intelegensi

NORMAL dan EKSEPSIONAL
             Sebagaimana pada aspek kepribadian yang lain, intelegensi manusia dapat digolongkan secara tradisional ke dalam golongan normal dan golongan tidak normal atau luar biasa atau yang disebut juga golongan eksepsional (exceptional). Untuk dapat melakukan penggolongan normal dan eksepsional diperlukan suatu kriteria yang dapat memberikan batas pemisah antara kenormalan dan ketidaknormalan.
Eksepsionalitas dalam intelegensi dapat mengambil salah satu dari dua bentuk, yaitu berkemampuan superior atau istimewa (gifted, talented) dan lemah mental atau mental terhambat (mentally retarted).

        Ada Juga KEMAMPUAN MENTAL SUPERIOR yang dimiliki seseorang pengguna IQ sebagian kriteria pemisah antara mereka yang berkemampuan superior dan yang berkemampuan normal memiliki keuntungan karena dapat dilakukan dengan lebih objektif dan dapat dilakukan sejak awal masa kehidupan seseorang menurut (Telford dan Sawrey, 1981).
Suatu studi yang intensif oleh Commisioner of Education pada Kementrian Pendidikan Amerka Serikat, yang melaporkan pada Senat di tahun 1972 menghasilkan bahwa keiistimewaan kemampuan meliputi karakter-karakter yang diperlihatkan oleh prestasi dan oleh kemampuan potensial, baik sendiri-sendiri ataupun dalam berbagai kombinasi.

Ada Juga Beberapa Karakteristik Kemampuan IQ Superior, Menurut Wolf dan Stephen, dalam Haring tahun 1982 menyajikan hasil pengantar mereka terhadap berbagai karakteristik yang ditemukan pada individu yang memiliki IQ yang sangat tinggi, sebagai berikut :
• Cepat Belajar
• Berminat dalam membaca biografi
• Punya kecenderungan ilmiah
• Sudah membaca sebelum masuk pelajaran sekolah
• Suka Belajar sendiri
• Punya Penalaran abstrak yang baik
• Mampu berbahasa dengan baik dan benar
• Tulisan tangannya jeles
• Punya skor tinggi dalam berbaggai tes prestasi
• Imajinasinya Lumayan bagus

Selanjutnya Kemampuan Mental SubNormal
Intelegensi subnormal terbagi atas dua macam, Yaitu : Mental terhambat atau keterbelakangan atau lemah mental (mentally retarded) dan Cacat Mental (Mentally defective) :

1. Mental Terhambat (Mentally retarded)
Pada mental terhambat biasanya tidak menunjukan tanda-tanda kelainan fisik. Secara fisikm mereka sehat dan normal serta tidak mempunyai sejarah penyakit atau luka yang mungkin menyebabkan kerusakan mental. Sering kali di dapati bahwa penderita membang mempunyai garis retardasi mental dalam keluarganya.
2. Cacat Mental (Mentally defective)
    Kelainan disebabkan oleh terjadinya luka di otak, penyakit, atau kecelakaan yang mengakibatkan pertumbuhan mentalnya tidak normal. Penderita cacat mental dapat ditemukan pada berbagai tingkat sosial dan ekonomi walaupun tidak terdapat garis retardasi dari keturunan,
(Hilgard & Atkinson, 1967).

KLASIFIKASI DAN GRADASI
   Dengan mengacu kpd ukuran tingkat fungsi intelektual umum yg dimanifestasikan dlm bentuk IQ, seseorang akan dianggap berkemampuan subnormal bila IQ yg dimiliki <70 menurut klasifikasi Terman atau IQ <65 menurut klasifikasi Weschler (Coville, Costello,& Rouke, 1960).
Diantara klasifikasi normal sampai abnormal, msh terdapat kategori tingkat intelegensi yg disebut sebagai  “borderline” atau garis batas IQ antara 66-79 menurut Weschler atau IQ antara 70-80 menurut Terman.
Terman membagi tingkat intelegensi subnormal yg lebih rendah dari ‘borderline” ke dlm 3 gradasi, yaitu:
1.Moron (moron)  IQ antara 50-70
2.Imbesil (imbecile)  IQ antara 25-50
3.Idiot (idiot)  IQ di bawah 25

APA (American Psychological Association) menempatkan tingkat retardasi mental mulai dari
borderline sampai pada yg paling parah, yaitu profound (Coleman & Bruen, Jr., 1972).
1.Retardasi Mental Borderline (IQ 68-83)
2.Retardasi Mental Ringan/Mild (IQ 52-67)
3.Retardasi Mental Menengah (IQ 36-51)
4.Retardasi Mental Berat/Severe (IQ 20-35)
5.Retardasi Mental Parah (IQ <20)

Telford dan Sawrey (1981) mengemukakan beberapa kriteria dlm identifikasi retardasi mental, yaitu :
a.Kriteria Perilaku Adaptif
b.Kriteria Kemampuan Belajar
c.Kriteria Penyesuaian Sosial
d.Kriteria Psikometris

SINDROMA KEMAMPUAN MENTAL SUBNORMAL
Gejala-gejala kemampuan subnormal terbagi atas dua macam, yaitu sindroma genetik dan sindroma bukan genetik.
1.Beberapa Sindroma Genetik
a.Abreasi Kromosomal
Diantara subnormalitas mental yg berasal dari abreasi kromosomal yg paling terkenal adalah down’s syndrome (mongolisme).  Secara klinis, down’s syndrome merupakan retardasi mental yg parah dan prevalensinya adalah 10% sampai 20% dari keseluruhan penderita retardasi mental. Dalam kategori intelegensi, mongolisme atau down’s syndrome tergolong dlm retardasi mental parah yg memiliki IQ antara 20 sampai 40.

b. Gangguan atau Kerusakan Metabolisme
Gangguan Metabolisme Protein
Gangguan metabolisme pertama yg diketahui sebagai penyebab retardasi mental adalah PKU (phenylketonuria), yg disebabkan oleh kerusakan metabolisme asam amino akibat sel tunggal yg resesif. Sekitar 60% penderita PKU yg tdk diobati memiliki IQ kurang dari 20, lebih dari 80% memiliki IQ 40, dan hanya sedikit sekali yg memiliki IQ di sekitar angka rata-rata.
•Gangguan Metabolisme Lemak
Kondisi mental yg paling berkaitan dgn gangguan metabolisme lipoid adalah amaurotic familial idiocy, yg memiliki berbagai nama lain tergantung pada usia penderita. Penyakit tay-sach merupakan bentuk kelainan tsb pada masa kana-kanak. Ciri keadaan tay-sach adalah cepatnya terjadi kelumpuhan spastik, kebutaan, konvulsi, dan kematian pd usia 3 tahun.

c. Gangguan Endokrin
Bentuk gangguan fungsi endokrin yg mengakibatkan retardai mental yg paling terkenal adalah kretinisme (cretinism). Kretinisme terjadi akibat ketidakcukupan thyroid yg menimbulkan kerusakan pada sistem syaraf pusat yg tdk dpt diperbaiki kembali. Kretinisme dpt bersifat genetik atau pembawaan dan dapat pula bersumber dari lingkungan.
2. Beberapa Sindroma Eksogen
Diantara beberapa sindroma yg asalnya dari luar yg dikaitkan dengan retardasi mental berat adalah :
a.Hydrocephaly
Istilah hydrocephaly berarti adanya air dalam otak yg berupa penumpukan yg berlebihan cairan cerebrospinal baik dlm bilik otak (internal hydrochepallus) maupun di luar otak di ruang subarachnoid (bentuk eksternal). Dari segi perkembangan mental dan tingkat intelektual, penderita hydrocephaly dapat termasuk dalam berbagai tingkatan intelegensi mulai dari tingkat idiot sampai kepada tingkat intelegensi superior.
b. Cerebral Palsy
Cerebral Palsy pada umumnya berasal dari faktor lingkungan walaupun ada juga yg bersebab dari faktor genetik. Ciri utama sindrom ini adalah terjadinya gangguan fungsi motori akibat gangguan otak. Walaupun tdk semua penderita cerebral palsy merupakan penderita retardasi mental akan tetapi sebagian besar diantara mereka mengalami hambatan perkembangan mental.
c. Infeksi-infeksi Otak
Infeksi-infeksi di otak dapat mengakibatkan retardasi mental yang berat. Diantara bentuk infeksi otak termaksud adalah :
Meningitis
Sebenarnya meningitis jarang mengakibatkan subnormalitas intelektual yang berat dan penyakit ini mudah diobati berkat adanya antibiotik modern.
Encephalitis
Dibandingkan dengan meningitis dan sifilis, encephalitis lebih sering mengakibatkan kerusakan permanen pada otak dan mengakibatkan retardasi mental. Setelah serangan encephalitis, gejala kemunduran mental dan berbagai efek lainnya dpt tampak setelah beberapa tahun kemudian, yg dpt merupakan efek tetap atau efek yg semakin memburuk. Diantara gejala pasca serangan encephalitis adalah gangguan dan kerusakan fungsi motorik dan perubahan kepribadian disertai kemunduran mental. Bentuk gangguan motorik yg diakibatkannya antara lain adalah kelumpuhan, kekakuan otot, gemetar, dan sindrom parkinson. Perubahan kepribadian dan kemunduran mental sangat mungkin terjadi apabila encephalitis menyerang di masa kanak-kanak (De Jong, 1959; Telford&Sawrey, 1981).

itu saja yang dapat saya sampaikan lebih dan kurang mohon maaf, bila ada yang perlu di perjelas silahkan komentar dibawah. Terima Kasih

0 komentar:

Posting Komentar