Apa itu Eksepsionalitas dalam intelegensi
NORMAL
dan EKSEPSIONAL
Sebagaimana
pada aspek kepribadian yang lain, intelegensi manusia dapat digolongkan secara
tradisional ke dalam golongan normal dan golongan tidak normal atau luar biasa
atau yang disebut juga golongan eksepsional (exceptional). Untuk dapat melakukan
penggolongan normal dan eksepsional diperlukan suatu kriteria yang dapat
memberikan batas pemisah antara kenormalan dan ketidaknormalan.
Eksepsionalitas
dalam intelegensi dapat mengambil salah satu dari dua bentuk, yaitu berkemampuan superior
atau istimewa (gifted, talented) dan lemah mental atau mental terhambat (mentally
retarted).
Ada Juga KEMAMPUAN MENTAL SUPERIOR yang dimiliki seseorang pengguna IQ sebagian kriteria pemisah antara mereka yang berkemampuan superior dan yang berkemampuan normal memiliki keuntungan karena dapat dilakukan dengan lebih objektif dan dapat dilakukan sejak awal masa kehidupan seseorang menurut (Telford dan Sawrey, 1981).
Suatu studi yang intensif oleh Commisioner of Education pada Kementrian Pendidikan Amerka Serikat, yang melaporkan pada Senat di tahun 1972 menghasilkan bahwa keiistimewaan kemampuan meliputi karakter-karakter yang diperlihatkan oleh prestasi dan oleh kemampuan potensial, baik sendiri-sendiri ataupun dalam berbagai kombinasi.
Ada Juga Beberapa Karakteristik Kemampuan IQ Superior, Menurut Wolf dan Stephen, dalam Haring tahun 1982 menyajikan hasil pengantar mereka terhadap berbagai karakteristik yang ditemukan pada individu yang memiliki IQ yang sangat tinggi, sebagai berikut :
• Cepat Belajar
• Berminat dalam membaca biografi
• Punya kecenderungan ilmiah
• Sudah membaca sebelum masuk pelajaran sekolah
• Suka Belajar sendiri
• Punya Penalaran abstrak yang baik
• Mampu berbahasa dengan baik dan benar
• Tulisan tangannya jeles
• Punya skor tinggi dalam berbaggai tes prestasi
• Imajinasinya Lumayan bagus
Selanjutnya Kemampuan Mental SubNormal
Intelegensi subnormal terbagi atas dua macam, Yaitu : Mental terhambat atau keterbelakangan atau lemah mental (mentally retarded) dan Cacat Mental (Mentally defective) :
1. Mental Terhambat (Mentally retarded)
Pada mental terhambat biasanya tidak menunjukan tanda-tanda kelainan fisik. Secara fisikm mereka sehat dan normal serta tidak mempunyai sejarah penyakit atau luka yang mungkin menyebabkan kerusakan mental. Sering kali di dapati bahwa penderita membang mempunyai garis retardasi mental dalam keluarganya.
2. Cacat Mental (Mentally defective)
Kelainan disebabkan oleh terjadinya luka di otak, penyakit, atau kecelakaan yang mengakibatkan pertumbuhan mentalnya tidak normal. Penderita cacat mental dapat ditemukan pada berbagai tingkat sosial dan ekonomi walaupun tidak terdapat garis retardasi dari keturunan,
(Hilgard & Atkinson, 1967).
KLASIFIKASI DAN GRADASI
Dengan
mengacu kpd ukuran tingkat fungsi intelektual umum yg dimanifestasikan dlm
bentuk IQ, seseorang akan dianggap berkemampuan subnormal bila IQ yg dimiliki
<70 menurut klasifikasi Terman atau IQ <65 menurut klasifikasi Weschler
(Coville, Costello,& Rouke, 1960).
Diantara
klasifikasi normal sampai abnormal, msh terdapat kategori tingkat intelegensi
yg disebut sebagai “borderline”
atau garis
batas IQ antara 66-79 menurut Weschler atau IQ antara 70-80 menurut Terman.
Terman
membagi tingkat intelegensi subnormal yg lebih rendah dari ‘borderline”
ke dlm 3
gradasi, yaitu:
1.Moron (moron) IQ
antara 50-70
2.Imbesil (imbecile) IQ
antara 25-50
3.Idiot (idiot) IQ di
bawah 25
APA (American
Psychological Association) menempatkan tingkat retardasi mental mulai dari
borderline
sampai
pada yg paling parah, yaitu profound (Coleman & Bruen, Jr., 1972).
1.Retardasi Mental Borderline (IQ 68-83)
2.Retardasi Mental Ringan/Mild (IQ 52-67)
3.Retardasi Mental Menengah (IQ 36-51)
4.Retardasi Mental Berat/Severe (IQ 20-35)
5.Retardasi Mental Parah (IQ <20)
Telford
dan Sawrey (1981) mengemukakan beberapa kriteria dlm identifikasi retardasi
mental, yaitu :
a.Kriteria Perilaku Adaptif
b.Kriteria Kemampuan Belajar
c.Kriteria Penyesuaian Sosial
d.Kriteria Psikometris
SINDROMA KEMAMPUAN MENTAL SUBNORMAL
Gejala-gejala
kemampuan subnormal terbagi atas dua macam, yaitu sindroma genetik dan sindroma
bukan genetik.
1.Beberapa Sindroma Genetik
a.Abreasi Kromosomal
Diantara
subnormalitas mental yg berasal dari abreasi kromosomal yg paling terkenal
adalah down’s syndrome (mongolisme). Secara klinis, down’s
syndrome merupakan
retardasi mental yg parah dan prevalensinya adalah 10% sampai 20% dari
keseluruhan penderita retardasi mental. Dalam kategori intelegensi, mongolisme
atau down’s syndrome tergolong
dlm retardasi mental parah yg memiliki IQ antara 20 sampai 40.
b.
Gangguan atau Kerusakan Metabolisme
•Gangguan
Metabolisme Protein
Gangguan
metabolisme pertama yg diketahui sebagai penyebab retardasi mental adalah PKU (phenylketonuria),
yg
disebabkan oleh kerusakan metabolisme asam amino akibat sel tunggal yg resesif.
Sekitar 60% penderita PKU yg tdk diobati memiliki IQ kurang dari 20, lebih dari
80% memiliki IQ 40, dan hanya sedikit sekali yg memiliki IQ di sekitar angka
rata-rata.
•Gangguan
Metabolisme Lemak
Kondisi
mental yg paling berkaitan dgn gangguan metabolisme lipoid adalah amaurotic
familial idiocy, yg
memiliki berbagai nama lain tergantung pada usia penderita. Penyakit tay-sach
merupakan
bentuk kelainan tsb pada masa kana-kanak. Ciri keadaan tay-sach
adalah
cepatnya terjadi kelumpuhan spastik, kebutaan, konvulsi, dan kematian pd usia 3
tahun.
c. Gangguan Endokrin
Bentuk
gangguan fungsi endokrin yg mengakibatkan retardai mental yg paling terkenal
adalah kretinisme (cretinism). Kretinisme terjadi akibat ketidakcukupan thyroid
yg
menimbulkan kerusakan pada sistem syaraf pusat yg tdk dpt diperbaiki kembali.
Kretinisme dpt bersifat genetik atau pembawaan dan dapat pula bersumber dari
lingkungan.
2.
Beberapa Sindroma Eksogen
Diantara
beberapa sindroma yg asalnya dari luar yg dikaitkan dengan retardasi mental
berat adalah :
a.Hydrocephaly
Istilah hydrocephaly
berarti
adanya air dalam otak yg berupa penumpukan yg berlebihan cairan cerebrospinal
baik dlm bilik otak (internal hydrochepallus) maupun di luar otak di ruang subarachnoid (bentuk eksternal). Dari
segi perkembangan mental dan tingkat intelektual, penderita hydrocephaly
dapat
termasuk dalam berbagai tingkatan intelegensi mulai dari tingkat idiot sampai
kepada tingkat intelegensi superior.
b. Cerebral
Palsy
Cerebral Palsy pada
umumnya berasal dari faktor lingkungan walaupun ada juga yg bersebab dari
faktor genetik. Ciri utama sindrom ini adalah terjadinya gangguan fungsi motori
akibat gangguan otak. Walaupun tdk semua penderita cerebral
palsy merupakan
penderita retardasi mental akan tetapi sebagian besar diantara mereka mengalami
hambatan perkembangan mental.
c.
Infeksi-infeksi Otak
Infeksi-infeksi
di otak dapat mengakibatkan retardasi mental yang berat. Diantara bentuk
infeksi otak termaksud adalah :
•Meningitis
Sebenarnya
meningitis jarang mengakibatkan subnormalitas intelektual yang berat dan
penyakit ini mudah diobati berkat adanya antibiotik modern.
•Encephalitis
Dibandingkan
dengan meningitis dan sifilis, encephalitis lebih sering
mengakibatkan kerusakan permanen pada otak dan mengakibatkan retardasi mental.
Setelah serangan encephalitis, gejala kemunduran mental dan berbagai efek lainnya dpt
tampak setelah beberapa tahun kemudian, yg dpt merupakan efek tetap atau efek
yg semakin memburuk. Diantara gejala pasca serangan encephalitis
adalah
gangguan dan kerusakan fungsi motorik dan perubahan kepribadian disertai
kemunduran mental. Bentuk gangguan motorik yg diakibatkannya antara lain adalah
kelumpuhan, kekakuan otot, gemetar, dan sindrom parkinson. Perubahan kepribadian dan kemunduran mental sangat mungkin
terjadi apabila encephalitis menyerang di masa kanak-kanak (De Jong, 1959;
Telford&Sawrey, 1981).
itu saja yang dapat saya sampaikan lebih dan kurang mohon maaf, bila ada yang perlu di perjelas silahkan komentar dibawah. Terima Kasih
0 komentar:
Posting Komentar